Antara Nyata dan Rekayasa, Muslim Harus Cerdas Bermedia
- 25 Feb, 2026
- Teknologi
Teknologi terus melaju. Kita tidak bisa menghentikannya, dan kita juga tidak bisa lari darinya. Hari ini, kecerdasan buatan atau AI berkembang begitu cepat. Video hasil rekayasa teknologi bahkan sulit dibedakan dengan video asli oleh mata orang awam. Batas antara nyata dan buatan semakin tipis.
Di sinilah kita, sebagai Muslim, harus bersikap.
Kita tidak boleh tertinggal. Melek teknologi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Namun lebih dari itu, kita harus menggunakannya untuk kebaikan. Teknologi adalah alat. Ia bisa menjadi jalan pahala, tetapi juga bisa menjadi pintu fitnah.
Jangan sampai kecanggihan ini justru menjerumuskan kita dan keluarga kita. Jangan mudah percaya pada foto, video, atau informasi yang beredar di media sosial. Tidak semua yang terlihat nyata benar adanya. Tidak semua yang viral itu fakta.
Islam mengajarkan tabayyun, memeriksa dan memastikan sebelum menyebarkan berita. Di era AI, nilai ini semakin penting. Kita dituntut lebih bijak, lebih cerdas, dan lebih tenang dalam menyikapi informasi.
Mari jadikan teknologi sebagai sarana dakwah, sarana belajar, sarana membangun peradaban. Bukan alat untuk menyebar kebohongan atau memperkeruh keadaan.
Karena di zaman digital ini, iman bukan hanya diuji oleh apa yang kita lihat, tetapi juga oleh apa yang kita klik dan bagikan.
Populer
- 02 Pembangunan Pondok Quran dan Yatim Daarul Adzkar Kuningan…
- 03 Ruspendi : Menjadi Guru Ngaji, Pekerjaan Mulia…
- 04 Yayasan Nur Afiat Desa Cageur hadir sebagai solusi umat…
- 05 Haji Ali Action, jadi pengusaha tidak cukup hanya bermodal u…
- 06 Nurdin Hayat dan Imas Maspupah, menjawab masalah dengan doa…
- 07 Membangun Generasi Qur’ani, Daarul Adzkar Resmikan Ged…
- 08 Imam Masjid yang Jago Coding: Kisah Inspiratif Ade Ridwan…
Beri Komentar