Phoenix Library, Simbol Kebangkitan Ilmu dari Tanah Gaza
- 24 Feb, 2026
- Internasional
Di tengah dentuman bom dan bayang-bayang kehancuran di Gaza, harapan itu ternyata belum padam. Dari puing-puing konflik, lahir sebuah cahaya kecil bernama Phoenix Library.
Perpustakaan ini didirikan oleh seorang warga Gaza, Omar Hamad, di saat banyak bangunan runtuh dan fasilitas pendidikan hancur akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan. Di tengah situasi yang mencekam, ia memilih membangun—bukan dengan senjata, tetapi dengan buku.
Phoenix Library disebut sebagai perpustakaan pertama yang berdiri sejak eskalasi kekerasan dalam dua tahun terakhir yang meluluhlantakkan infrastruktur, termasuk sekolah dan ruang baca publik. Ketika banyak tempat belajar berubah menjadi puing, Omar menghadirkan kembali ruang untuk berpikir, membaca, dan bermimpi.
Omar bukan sosok asing dengan dunia literasi. Ia dikenal sebagai penyair yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan buku. Sejak kecil, membaca bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari hidupnya. Dalam wawancaranya bersama The Jordan Times, ia menegaskan bahwa buku bukan hanya tumpukan kertas.
“Buku adalah bagian dari keseharian saya. Ia membentuk cara saya berpikir dan berimajinasi,” tuturnya.
Di tengah konflik, banyak orang berjuang untuk bertahan hidup. Namun Omar mengingatkan bahwa jiwa manusia juga butuh asupan—ilmu, harapan, dan inspirasi. Ia percaya, membangun perpustakaan sama pentingnya dengan membangun kembali rumah-rumah yang hancur.
Nama “Phoenix” sendiri melambangkan kebangkitan dari abu. Sebuah simbol bahwa Gaza, dengan segala lukanya, tetap memiliki kekuatan untuk bangkit. Dari halaman-halaman buku, generasi muda diajak untuk melihat dunia yang lebih luas daripada batas-batas tembok konflik.
Langkah kecil ini mungkin terlihat sederhana. Namun di tanah yang diliputi ketakutan, mendirikan perpustakaan adalah tindakan keberanian. Sebuah pesan bahwa pena dan ilmu tetap hidup, bahkan ketika perang berusaha membungkamnya.
Di Gaza, di antara reruntuhan, buku-buku kembali dibuka. Dan bersama itu, harapan pun kembali dinyalakan.
Populer
- 02 Pembangunan Pondok Quran dan Yatim Daarul Adzkar Kuningan…
- 03 Ruspendi : Menjadi Guru Ngaji, Pekerjaan Mulia…
- 04 Yayasan Nur Afiat Desa Cageur hadir sebagai solusi umat…
- 05 Haji Ali Action, jadi pengusaha tidak cukup hanya bermodal u…
- 06 Nurdin Hayat dan Imas Maspupah, menjawab masalah dengan doa…
- 07 Membangun Generasi Qur’ani, Daarul Adzkar Resmikan Ged…
- 08 Imam Masjid yang Jago Coding: Kisah Inspiratif Ade Ridwan…
Beri Komentar